Laporan praktikum Biologi (makanan dan sistem pencernaan)
LAPORAN BIOLOGI
MAKANAN dan SISTEM PENCERNAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita memerlukan makanan yang seimbang yang sesuai kebutuhan tubuh untuk menjaga agar hidup tetap sehat.Makanan yang kita makan biasanya dalam bentuk molekul-molekul besar.Molekul-molekul besar tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh secara langsung untuk memperoleh energi ataupun untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, makanan tersebut harus dipecahkan menjadi zat-zat yang lebih kecil.
Pada makhluk hidup tingkat tinggi,terjadi proses pemecahan makanan berbeda-beda. Untuk makhluk hidup tingkat rendah, proses pemecahan makanan terjadi didalam sel sebaliknya pada makhluk hidup tingkat tinggi proses pemecahan makanan terjadi di luar sel.
Untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita sebaiknya makan makanan yang sehat.Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi dalam jumlah yang seimbang serta higienis.Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein,
vitamin, air, dan unsur-unsur mineral. Makanan higienis adalah makanan yang tidak mengandung bibit penyakit ataupun zat-zat yang dapat megganggu dan membahayakan kesehatan tubuh. Tubuh manusia dalam aktivitas kehidupannya memerlukan lebih dari 50 macam zat makanan yang berbeda-beda. Zat-zat makanan
tersebut ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), adapula yang
dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien).
Zat makanan
yang dibutuhkan dalam jumlah banyak yaitu karbohidrat, protein, dan lemak.
Sedangkan zat makanan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit yaitu vitamin dan
mineral. Makanan-makanan tersebut dicerna dalam sistem pencernaan. Pencernaan
makanan pada saluran pencernaan manusia meliputi dua proses, yaitu pencernaan
mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah pencernaan yang
dilakukan untuk mengubah bentuk makanan menjadi lebih kecil agar bisa dicerna
didalam tubuh. Pencernaan mekanik biasanya terjadi didalam mulut oleh gigi.
Sedangkan pencernaan kimiawi adalah pencernaan yang melibatkan enzim. Proses
pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan. Alat-alat
pencernaan pada manusia terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaan manusia terdiri dari mulut (kavumoris),
kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus, usus
besar(kolon),dan anus. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang
dibutuhkan dalam proses pencernaan. Kelenjar pencernaan terdapat di air liur
atau ludah, lambung, pankreas, dan hati(hepar).
B.
Rumusan Masalah
1.
Perubahan apa yang
terjadi pada nasi, putih telur, dan larutan gula yang diuji?
2.
Apakah kandungan
dari nasi, putih telur, dan larutan gula yang diuji?
3.
Apa saja alat-alat
pencernaan makanan pada manusia?
4.
Apa fungsi
alat-alat pencernaan makanan pada manusia?
C.
Tujuan
1.
Menjelaskan
perubahan reaksi yang terjadi pada nasi, putih telur, dan larutan gula setelah
diuji dengan reagen
2.
Menjelaskan
kandungan nasi, putih telur, dan larutan gula yang diuji
3.
Menyebutkan
alat-alat pencernaan makanan pada manusia dari mulut sampai anus
4.
Menjelaskan fungsi
alat-alat pencernaan makanan pada manusia
BAB II
Alat, bahan,
dan cara kerja pada uji makanan
A.
Alat
Ø Tabung reaksi
Ø Penjepit tabung reaksi
Ø Rak tabung
Ø Pembakar spiritus
Ø Spatula
Ø Korek api
B.
Bahan
Ø Air
Ø Nasi
Ø Putih telur
Ø Larutan gula
Ø Lugol
Ø Biuret (NaOH+CuSO4)
Ø Benediet (Fehling A+ Fehling B + dipanaskan)
C.
Cara kerja
1.
Sediakan tabung
reaksi untuk uji amilum, protein, dan glukosa
2.
Haluskan makanan
yang diuji dengan menggunakan lumpang dan alu
3.
Berikan sedikit air
dan aduk hingga berbentuk larutan
4.
Isilah tabung
reaksi masing-masing dengan larutan bahan makanan setinggi 1 cm
5.
Selidikilah dengan
menggunakan larutan indikator (lugol, biuret, dan benediet), apakah bahan
makanan itu mengandung amilum, glukosa, atau protein.
D.
Cara menggunakan pereaksi
1.
Uji amilum: tetesi
bahan makanan 1 dan 2 dengan larutan lugol, amati perubahan warna yang terjadi.
Jika terjadi adanya perubahan warna menjadi biru kehitaman, hal ini menunjukkan
bahwa bahan makanan tersebut mengandung amilum.
2.
Uji glukosa: tetesi
larutan bahan makanan 1 dan 2 dengan 5-10 tetes larutan benediet lalu kocok dan
panaskan selama 1 menit, amati perubahan warnanya. Bila terjadi perubahan warna
menjadi merah bata, maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
3.
Uji protein: tetesi
larutan bahan makanan dengan 3 tetes larutan biuret (NaOH+ CuSO4)
kocok dan amati perubahan warna yang terjadi. Jika terjadi perubahan warna
menjadi warna ungu hal ini menunjukkan bahan makanan tersebut mengandung
protein.
BAB III
Data hasil
kegiatan dan pembahasan
A.
Hasil kegiatan
|
Tabung
|
Bahan makanan
|
Lugol
|
Biuret
|
Benediet
|
|
NaOH+CuSO4
|
Feh.
A+Feh. B+dipanaskan
|
|||
|
1
|
Nasi
|
Biru-hitam
(+)
|
Biru dari biuret (-)
|
Biru dari benediet
(-)
|
|
2
|
Putih telur
|
Coklat dari lugol (-)
|
Ungu
(+)
|
Biru dari benediet
(-)
|
|
3
|
Larutan gula
|
Coklat dari lugol (-)
|
Biru dari biuret (-)
|
Merah bata
(+)
|
B.
Pembahasan
1)
Makanan
Dari
hasil praktikum kita dapat menentukan kandungan dari makanan yang sering kita
konsumsi. Seperti nasi, telur, air, larutan gula, dll. Pada kehidupan
sehari-hari kita sering mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada praktikum ini kita hanya menguji
makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Adapun makanan yang
kita uji pada saat praktikum
a.
Nasi
Setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya, dengan menambahkan fehling A dan fehling B (benedick) pada nasi yang telah dihaluskan. Tidak nampak adanya perubahan warna yaitu dari warna sebelum ditambahkan Benedict berwarn aputih, setelah ditambahkan benedick, warnanya menjadi biru dari warna larutan benedick. Sedangkan, seharusnya didalam nasi terdapat kandungan glukosa. Mungkin, karena nasinya sudah terlalu lama waktu pemasakannya dan juga adanya faktor lain yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan amilumnya dengan menambahkan lugol pada nasi yang sudah dihaluskan, terjadi perubahan warna sebelum dan sesudah ditambah lugol yang berwarna coklat yaitu, dari putih menjadi biru-hitam.Sehingga, nasi merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, warna sebelum di masukkan biuret warnanya putih sedangkan setelah dimasukkan biuret yang berwarna biru warna larutan nasi menjadi warna biru sesuai warna biuret. Sehinnga nasi merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa nasi hanya mengandung amilum dan tidak mengandung protein dan glukosa.
Setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya, dengan menambahkan fehling A dan fehling B (benedick) pada nasi yang telah dihaluskan. Tidak nampak adanya perubahan warna yaitu dari warna sebelum ditambahkan Benedict berwarn aputih, setelah ditambahkan benedick, warnanya menjadi biru dari warna larutan benedick. Sedangkan, seharusnya didalam nasi terdapat kandungan glukosa. Mungkin, karena nasinya sudah terlalu lama waktu pemasakannya dan juga adanya faktor lain yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan amilumnya dengan menambahkan lugol pada nasi yang sudah dihaluskan, terjadi perubahan warna sebelum dan sesudah ditambah lugol yang berwarna coklat yaitu, dari putih menjadi biru-hitam.Sehingga, nasi merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, warna sebelum di masukkan biuret warnanya putih sedangkan setelah dimasukkan biuret yang berwarna biru warna larutan nasi menjadi warna biru sesuai warna biuret. Sehinnga nasi merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa nasi hanya mengandung amilum dan tidak mengandung protein dan glukosa.
b.
Putih Telur
Setelah ditambahkan larutan benedick
pada putih telur yang diuji, tidak terjadi perubahan warna sehingga warnanya
tetap biru(warna dari benedick). Sehingga dapat diketahui bahwa putih telur
tidak mengandung glukosa. Sedangkan pada saat menguji kandungan amilumnya
menggunakan lugol perubahan warna yang terjadi warnanya tetap berwarna
coklat(warna dari lugol). Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan
proteinnya dengan menambahkan biuret, warna sebelum dimasukan biuret warnanya
bening, sedangkan setelah dimasukkan biuret yang warnanya biru larutan putih
telur itu berubah menjadi ungu. Sehingga putih telur merupakan bahan makanan
yang mengandung protein. Sehingga secara keseluruhan dari hasil percobaan dapat
diketahui bahwa putih telur hanya mengandung protein dan tidak mengandung
amilum dan glukosa.
c.
Larutan gula
Setelah ditambahkan larutan benedick
pada larutan gula yang diuji, terjadi perubahan warna dari biru menjadi merah
bata. Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan gula mengandung glukosa.
Sedangkan pada saat larutan gula dicampurkan dengan lugol warnanya tetap
berwarna coklat (warna dari lugol). Hal ini menunjukan bahwa larutan gula tidak
mengandung amilum. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan
proteinnya dengan menambahkan biuret, warnanya tetap biru (warna dari biuret).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan gula mengandung glukosa dan tidak
mengandung amilium dan protein.
Dari
hasil percobaan tersebut dapat diketahui bahwa nasi merupakan salah satu sumber
karbohidrat karena mengandung amilum. Selain nasi ada juga makanan lain yang
merupakan sumber karbohidrat adalah jagung, gandum, ubi jalar, talas, ketela,
pohon, kentang, dan sagu. Sedangkan putih telur merupakan salah satu sumber
protein. Menurut sumbernya, protein dibagi menjadi 2 yaitu protein hewani dan
protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan dan juga
merupakan protein sempurna karena mengandung asam amino esensial. Contohnya
daging, ikan, susu, dan telur. Sedangkan protein nabati adalah protein yang
berasal dari tumbuhan dan merupakan protein tidak sempurna karena kandungan
asam amino esensialnya kurang lengkap. Contohnya padi-padian, kacang-kacangan,
dan sayuran. Sedangkan larutan gula merupakan salah satu sumber glukosa.
Bagi
para pekerja yang menggunakan tenaga fisik, bahan makanan yang mereka butuhkan
adalah bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Karena bagi para
pekerja yang bekerja menggunakan tenaga fisik lebih banyak mengeluarkan energi.
Sehingga kebutuhan energinya juga akan semakin meningkat sesuai dengan kadar
energi yang telah dikeluarkan dari aktifitas fisik tersebut. Karena, aktifitas
fisik sangat menentukan seberapa besar seseorang membutuhkan energi(dalam
bentuk karbohidrat). Karena kebutuhan energi seseorang yang bekerja sebagai
buruh bangunan berbeda dengan seseorang yang bekerja sebagai guru. Sehingga,
bagi pekerja yang bekerja menggunakan fisik, mereka membutuhkan makanan yang
banyak mengandung karbohidrat. Tetapi bukan berarti mereka tidak membutuhkan
bahan makanan yang mengandung protein, lemak dll. Tapi, disini yang paling
dominan mereka butuhkan adalah makanan yang banyak mengandung karbohidrat
tetapi dengan tetap memperhatikan pola makanan yang sehat(empat sehat lima
sempurna). Bagi para pekerja yang bekerja menggunakan pikiran, bahan makanan yang
mereka butuhkan adalah bahan makanan yang banyak mengandung protein. Sedangkan bagi bayi/ balita zat makanan yang dibutuhkan
adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bagi bayi yang
merupakan sumber karbohidrat adalah ASI. Sedangkan protein yang dibutuhkan
adalah protein hewani dan nabati. Protein hewani dan protein nabati sangat
diperlukan oleh tubuh. Karena protein berfungsi untuk:
Ø Penunjang pertumbuhan
Protein merupakan bahan padat
utama dati otot organ dan glandula endoterm. Merupakan unsur dari matriks
tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut, sel darah, dan serum
Ø Pengaturan proses tubuh
Mengatur keseimbangan air dan
elektrolit dalam tubuh. Protein juga mempertahankan ketahanan terhadap
mikroorganisme yang mengadakan invasi karena antibody bersifat protein
Ø Energi
Protein merupakan sumber energi
potensial, setiap gram menghasilkan sekitar 4 kkal. Jika protein digunakan
untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan sintesis.
2)
Sistem pencernaan
Dalam sistem pencernaan manusia terjadi dua macam
pencernaan yakni pencernaan mekanik dan kimiawi.
Pencernaan mekanik adalah proses menguyah makanan dari ukuran besar menjadi
lebih kecil sehingga makanan menjadi lebih
halus dengan bantuan alat-alat pencernaan. Sedangkan pencernaan kimiawi adalah
pencernaan dengan bantuan enzim. Adapun alat-alat yang digunakan dalam
pencernaan makanan adalah:

a)
Mulut
Mulut merupakan awal dari saluran
pencernaan. Makanan yang masuk kedalam rongga mulut akan dicerna secara mekanis
menggunakan gigi, pergerakan otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuk
bolus yang agak buat untuk ditelan. Di dalam mulut juga terdapat pencernaan
kimiawi yakni pencernaan karbohidrat didalam rongga mulut dengan bantuan enzim
amylase (ptialin).
Didalam mulut terdapat gigi,lidah, dan kelenjar ludah.
·
Gigi

Gigi terdiri dari 3 bagian, yaitu
mahkota gigi(korona), leher
gigi(korum), dan akar gigi(radius). Akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang gigi.Gigi berasal dari 2 jaringan
embrional yaitu ectoderm dan eksoderm.Ectoderm membentuk lapisan gigi paling
luar atau email. Email adalah lapisan keras yang menutupi permukaan gigi yang
berfungsi untuk melindungi gigi saat mengunyah.email juga melindungi gigi dari
asam yang dapat melarutkan dentin. Mesoderm membentuk dentin(tulang gigi)yang
terdapat dalam email, sementum(lapisan luar akar gigi), dan pulpa(rongga gigi)
yang banyak mengandung serabut saraf dan pembuluh darah.
·
Lidah

Lidah membentuk rantai dari rongga
mulut.Bagian belakang otot-otot lidah melekan pada tulang hyoid.Lidah
mengandung 2 jenis otot yaitu otot ekstrinsik yang berorigo diluar lidah
insersi dilidah dan otot intrinsic yang berorigo didalam lidah dan insersi
didalam lidah.Lidah tertutup oleh selaput lender dan tersusun dari otot lurik
yang dilapisi oleh selaput mukosa.Fungsi lidah adalah mengaduk-aduk bahan
makanan didalam rongga mulut, membantu menelan makanan dan menghasilkan
kelenjar ludah. Pada lidah terdapat papilla atau tunas pengecap sehingga lidah dapat
berfungsi untuk menjadi indera pengecap.
·
Kelenjar ludah

Dalam mulut terdapat 3 kelenjar ludah(glandula
saliva)yakni
1.
Glandula parotis, menghasilkan
saliva atau ludah
2.
Glandula sublingualis, menghasilkan
air dan lender dan terdapat dibawah lidah
3.
Glandula submandibularis,
menghasilkan air dan lender berada dibawah rahang.
Ketiga glandula saliva tersebut menghasilkan air ludah atau air liur. Air liur mengandung enzim ptalin atau
amylase yang akan mengubah amilum(polisakarida) menjadi maltose. Air liur memiliki
pH netral karena mengandung air yang tinggi 98%. Air liur berfungsi untuk
membasahi makanan, mencegah mulut dari kekeringan, membunuh mikroorganisme, dan
bertindak sebagai buffer (penyangga
pH).
b)
Kerongkongan

Makanan dari
mulut masuk ke kerongkongan melalui tekak(faring). Faring merupakan saluran
persimpanagan antara rongga hidung ke tenggorokan dan rongga mulut ke
kerongkongan.Kerongkongan merupakan saluran panjang dan tipis sebagai jalan
makanan yang telah dikunyah dari mulut ke lambung.kerongkongan berfungsi
menghantarkan makanan yang berasal dari faring ke lambung dengan adanya gerakan
peristaltic eshopagus.Diujung kerongkongan yang berbatasan dengan lambung
terdapat spingter esophageal yang merupakan penghalang agar makanan tidak balik
lagi ke kerongkongan.
c)
Lambung

D idalam lambung makanan selain dicerna secara mekanik
juga dicerna secara kimiawi. Adapun
pencernaan secara mekanik didalam lambung terjadi akibat gerakan pristaltik
oleh dinding lambung. Sedangkan
pencernaan kimiawi didalam lambung terjadi oleh enzim yang dapat bekerja dalam
keadaan asam.Lambung terdiri dari 4 bagian, yaitu bagian kadiak, fundus, badan
lambung, dan pylorus. Pada kedua
ujung lambung terdapat klep (sfingter). Klep 1(sfingter esofageal) terletak
antara lambung dengan kerongkongan yang berfungsi untuk menjaga makanan agar
tetap di lambung dan
hanya akan terbuka saat makanan masuk atau muntah. Klep 2 terletak diantara
lambung dengan duodenum disebut sfingter
pylorus.Di dalam lambung juga terdapat getah lambung. Getah lambung adalah
campuran zat-zat kimia yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung(HCl),
serta enzim-enzim yang dihasilkan oleh lambung yakni enzim pepsin, renin, dan
lipase. Asam lambung
berfungsi mematikan bakteri yang terdapat dalam makanan, mengubah sifat
protein, dan mengaktifkan pepsin.Enzim pepsin adalah enzim yang dapat
menghidrosis molekul-molekul protein menjadi molekul peptide. Enzim renin merupakan enzim yang dapat mengubah
kaseinogen menjadi kasein. Enzim lipase
adalah enzim yang menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
Makanan dicerna oleh otot lambung dan enzim sehingga makanan menjadi lembut
seperti bubur. Adapun fungsi lambung secara motoris
adalah:
·
Fungsi reservoir, menyimpan makanan
sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicerna dan bergerak pada saluran
cerna.
·
Fungsi mencampur, memecah makanan
menjadi halus dan mencampur dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang
meliputinya
·
Fungsi pengosongan lambung, diatur
oleh pembukaan sfingter pylorus, yang diatur oleh viskositas,volume, keasaman,
aktivitas osmosis, keadaan fisik, serta oleh emosi obat-obatan dan kerja.
Pengosongan lambung diatur oleh faktor saraf dan hormonal.
Fungsi
lambung sebagai fungsi sekresi dan pencernaan
·
Mencernakan protein oleh pepsin dan
HCl, pati oleh amylase, dan lemak oleh lipase.
·
Sintesis dan pengeluaran gastrin
·
Sekresi faktor intrinsic
memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.
·
Sekresi mucus, sebagai pelindung
lambung dari pelumasan makanan dari pelumasan agar mudah ditransport.
d)
Hati

Hati
terletak disebelah kanan atas rongga perut dibawah diagfarma, beratnya sekitar
2,5% dari berat orang dewasa normal. Hati adalah
kelenjar pencernaan paling besar dalam
tubuh manusia. Fungsi hepar sebagai kelenjar diantaranya:
1.
Hati menghasilkan empedu sebagai
kelenjar eksokrin
2.
Hati mampu menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, vitamin
B12, vitamin D, dan albumin
3.
Hepar bertugas mensintesis protein
dari cairan darah dan mampu menjadi bengkel sel darah merah yang rusak atau mati
4.
Fungsi utama hati biasanya dikaitkan
dengan detoksifikasi zat-zat beracun di dalam pencernaan
5.
Hati mampu menghasilkan enzim
arginase yang mengubah arginina menjadi ornitina dan urea sehingga
menetralisasi racun di dalam tubuh
6.
Pusat metabolisme protein, lemak dan
karbohidrat
e)
Usus halus

Usus halus
terdiri dari 3 bagian, yaitu
·
Usus dua belas jari (duodenum),
panjangnya sekitar 25cm, merupakan tempat bermuara saluran pancreas dan saluran
empedu
·
Usus kosong(jejunum), panjangnya
sekitar 7m, merupakan tempat diselesaikan proses pencernaan makanan
·
Usus
penyerapan(ileum),panjangnya 1m,
disinilah sari-sari makanan diserap oleh jonjot usus(vili).
Usus halus
berfungsi untuk mencerna dan menyerap bubur kim yang berasal dari lambung.
Getah usus berwarna kuning jernih , pH 7,6 mengandung berbagai enzim. Adapun
enzim yang dihasilakn oleh usus halus adalah
·
Enterokinase berfungsi mengaktifkan tripsinogen
yang dihasilkan pangkreas
·
Laktase berfungsi mengubah laktosa menjadi
glukosa
·
Erepsin atau dipeptidase berfungsi mengubah
dipeptida atau pepton menjadi asam amino
·
Maltase berfungsi mengubah maltosa menjadi
glukosa
·
Disakarase berfungsi mengubah disakarida menjadi
monosakarida
·
Peptidase berfungsi mengubah polipeptida menjadi
asam amino
·
Sukrase berfungsi mencerna sukrosa menjadi
glukosa dan fruktosa
·
Lipase berfungsi mengubah trigliserida menjadi
gliserol dan asam lemak
Didalam ileum terdapat banyak
lipatan atau lekukan yang disebut viliatau jonjot usus. Vili berfungsi
memperluas permukaan usus sehingga proses penyerapan zat makanan akan lebih
sempurna.
Zat makanan berupa glukosa, asam
amino, vitamin, mineral, dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam vili,
kemudian diangkut menuju hati melalui pembuluh darah(vena porta). Didalam hati,
sebagian zat makanan akan diubah menjadi bentuk lain dan sebagian lagi
diedarkan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah balik hati(vena hepatika). Zat
makanan berupa asam lemak dan gliserol yang terdiri dari molekul yang berukuran
besar, akan diangkat melalui pembuluh kil, yaitu pembuluh getah bening atau
pembuluh limfe.
f)
Usus
besar(Kolon)

Usus besar adalah kelanjutan dari usus halus.
Usus besar terdiri dari 2 bagian , yaitu
·
Usus
tebal (kolon), panjangnya kira-kira 0,5m , berperan dalam proses reabsorpsi
air,sehingga feses semakin padat. Gerak peristaltik dalam usus tebal sangat
lambat. Disini terjadi simbiosis mutualisme, terdapat mikroorganisme yang hidup
membantu proses pembusukan sisa pencernaan makanan yakni bakteri Escherichia
Coli. Kolon memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing atau apendiks.
Umbai cacing belum diketahui fungsinya secara pasti, karena jika ada orang yang
dihilangkan umbai cacingnya ternyata tidak mengalami gangguan system
pencernaan. Peradangan yang terjadi pada umbai cacing disebut apendisitis.
·
Poros
usus(rektum), panjangnya sekitar 10cm terbawah dari usus tebal dan berbentuk
menggelembung. Penyerapan air tidak lagi terjadi pada rectum. Rectum dapat
berkontraksi yang aktifitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi,
yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil pencernaan makanan melalui anus.
Anus terdiri dari dua lapis otos, yaitu otot polos dan otot lurik.
C.
Kesimpulan:
Makanan yang kita makan setiap harinya
mengandung banyak zat seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin.
Dimana makanan yang karbohidrat pada saat diuji amilum dengan mencampurkan
lugol akan berubah warna menjadi warna biru-hitam. Sedangkan makanan yang
mengandung protein pada saat diuji protein dengan mencampurkan biuret akan
berubah menjadi ungu. Dan adapun makanan yang mengandung glukosa pada saat
dicampurkan benedict dan dipanaskan akan berubah warna menjadi merah bata.
Makanan tersebut akan dicerna di dalam tubuh oleh sistem pencernaan yang
meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Adapun alat-alat saluran
pencernaan adalah mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum
dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan meliputi kelenjar ludah, lambung,
pankreas, dan hati.
Daftar
pustaka
Aryuliana, D., C. Muslim., S. Manaf & E.W. Winarni.2004.Biologi 2.Esis:Jakarta
Priadi,Arif. 2009. Biologi
2. Yudistira:Bogor
Comments
Post a Comment