Laporan praktikum Biologi (makanan dan sistem pencernaan)



LAPORAN BIOLOGI
MAKANAN dan SISTEM PENCERNAAN


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kita memerlukan makanan yang seimbang yang sesuai kebutuhan tubuh untuk menjaga agar hidup tetap sehat.Makanan yang kita makan biasanya dalam bentuk molekul-molekul  besar.Molekul-molekul besar tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh secara langsung untuk memperoleh energi ataupun untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, makanan tersebut harus dipecahkan menjadi zat-zat yang lebih kecil.
Pada makhluk hidup tingkat tinggi,terjadi proses pemecahan makanan berbeda-beda. Untuk makhluk hidup tingkat rendah, proses pemecahan makanan terjadi didalam sel sebaliknya pada makhluk hidup tingkat tinggi proses pemecahan makanan terjadi di luar sel.
Untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita sebaiknya makan makanan yang sehat.Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi dalam jumlah yang seimbang serta higienis.Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air, dan unsur-unsur mineral. Makanan higienis adalah makanan yang tidak mengandung bibit penyakit ataupun zat-zat yang dapat megganggu dan membahayakan kesehatan tubuh. Tubuh manusia dalam aktivitas kehidupannya memerlukan lebih dari 50 macam zat makanan yang berbeda-beda. Zat-zat makanan tersebut ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), adapula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien).
Zat makanan yang dibutuhkan dalam jumlah banyak yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan zat makanan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit yaitu vitamin dan mineral. Makanan-makanan tersebut dicerna dalam sistem pencernaan. Pencernaan makanan pada saluran pencernaan manusia meliputi dua proses, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah pencernaan yang dilakukan untuk mengubah bentuk makanan menjadi lebih kecil agar bisa dicerna didalam tubuh. Pencernaan mekanik biasanya terjadi didalam mulut oleh gigi. Sedangkan pencernaan kimiawi adalah pencernaan yang melibatkan enzim. Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan. Alat-alat pencernaan pada manusia terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan manusia terdiri dari mulut (kavumoris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus, usus besar(kolon),dan anus. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang dibutuhkan dalam proses pencernaan. Kelenjar pencernaan terdapat di air liur atau ludah, lambung, pankreas, dan hati(hepar).
B.     Rumusan Masalah
1.      Perubahan apa yang terjadi pada nasi, putih telur, dan larutan gula yang diuji?
2.      Apakah kandungan dari nasi, putih telur, dan larutan gula yang diuji?
3.      Apa saja alat-alat pencernaan makanan pada manusia?
4.      Apa fungsi alat-alat pencernaan makanan pada manusia?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan perubahan reaksi yang terjadi pada nasi, putih telur, dan larutan gula setelah diuji dengan reagen
2.      Menjelaskan kandungan nasi, putih telur, dan larutan gula yang diuji
3.      Menyebutkan alat-alat pencernaan makanan pada manusia dari mulut sampai anus
4.      Menjelaskan fungsi alat-alat pencernaan makanan pada manusia















BAB II
Alat, bahan, dan cara kerja pada uji makanan
A.    Alat
Ø  Tabung reaksi
Ø  Penjepit tabung reaksi
Ø  Rak tabung
Ø  Pembakar spiritus
Ø  Spatula
Ø  Korek api
B.       Bahan
Ø Air
Ø Nasi
Ø Putih telur
Ø Larutan gula
Ø Lugol
Ø Biuret (NaOH+CuSO4)
Ø Benediet (Fehling A+ Fehling B + dipanaskan)
C.      Cara kerja
1.      Sediakan tabung reaksi untuk uji amilum, protein, dan glukosa
2.      Haluskan makanan yang diuji dengan menggunakan lumpang dan alu
3.      Berikan sedikit air dan aduk hingga berbentuk larutan
4.      Isilah tabung reaksi masing-masing dengan larutan bahan makanan setinggi 1 cm
5.      Selidikilah dengan menggunakan larutan indikator (lugol, biuret, dan benediet), apakah bahan makanan itu mengandung amilum, glukosa, atau protein.
D.   Cara menggunakan pereaksi
1.      Uji amilum: tetesi bahan makanan 1 dan 2 dengan larutan lugol, amati perubahan warna yang terjadi. Jika terjadi adanya perubahan warna menjadi biru kehitaman, hal ini menunjukkan bahwa bahan makanan tersebut mengandung amilum.
2.      Uji glukosa: tetesi larutan bahan makanan 1 dan 2 dengan 5-10 tetes larutan benediet lalu kocok dan panaskan selama 1 menit, amati perubahan warnanya. Bila terjadi perubahan warna menjadi merah bata, maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
3.      Uji protein: tetesi larutan bahan makanan dengan 3 tetes larutan biuret (NaOH+ CuSO4) kocok dan amati perubahan warna yang terjadi. Jika terjadi perubahan warna menjadi warna ungu hal ini menunjukkan bahan makanan tersebut mengandung protein.



















BAB III
Data hasil kegiatan dan pembahasan
A.    Hasil kegiatan

Tabung
Bahan makanan
Lugol
Biuret
Benediet
NaOH+CuSO4
Feh. A+Feh. B+dipanaskan
1
Nasi
Biru-hitam
(+)
Biru dari biuret (-)
Biru dari benediet
(-)
2
Putih telur
Coklat dari lugol (-)
Ungu
(+)
Biru dari benediet
(-)
3
Larutan gula
Coklat dari lugol (-)
Biru dari biuret (-)
Merah bata
(+)

B.     Pembahasan
1)   Makanan
Dari hasil praktikum kita dapat menentukan kandungan dari makanan yang sering kita konsumsi. Seperti nasi, telur, air, larutan gula, dll. Pada kehidupan sehari-hari kita sering mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada praktikum ini kita hanya menguji makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Adapun makanan yang kita uji pada saat praktikum
a.       Nasi  
          Setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya, dengan menambahkan fehling A dan fehling B (benedick) pada nasi yang telah dihaluskan. Tidak nampak adanya perubahan warna yaitu dari warna sebelum ditambahkan Benedict berwarn aputih, setelah ditambahkan benedick, warnanya menjadi biru dari warna larutan benedick. Sedangkan, seharusnya didalam nasi terdapat kandungan glukosa. Mungkin, karena nasinya sudah terlalu lama waktu pemasakannya dan juga adanya faktor lain yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan amilumnya dengan menambahkan lugol pada nasi yang sudah dihaluskan, terjadi perubahan warna sebelum dan sesudah ditambah lugol yang berwarna coklat yaitu, dari putih menjadi biru-hitam.Sehingga, nasi merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, warna sebelum di masukkan biuret warnanya putih sedangkan setelah dimasukkan biuret yang berwarna biru warna larutan nasi menjadi warna biru sesuai warna biuret. Sehinnga nasi merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa nasi  hanya mengandung amilum dan tidak mengandung protein dan glukosa.
b.      Putih Telur
          Setelah ditambahkan larutan benedick pada putih telur yang diuji, tidak terjadi perubahan warna sehingga warnanya tetap biru(warna dari benedick). Sehingga dapat diketahui bahwa putih telur tidak mengandung glukosa. Sedangkan pada saat menguji kandungan amilumnya menggunakan lugol perubahan warna yang terjadi warnanya tetap berwarna coklat(warna dari lugol). Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, warna sebelum dimasukan biuret warnanya bening, sedangkan setelah dimasukkan biuret yang warnanya biru larutan putih telur itu berubah menjadi ungu. Sehingga putih telur merupakan bahan makanan yang mengandung protein. Sehingga secara keseluruhan dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa putih telur hanya mengandung protein dan tidak mengandung amilum dan glukosa.
c.       Larutan gula
          Setelah ditambahkan larutan benedick pada larutan gula yang diuji, terjadi perubahan warna dari biru menjadi merah bata. Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan gula mengandung glukosa. Sedangkan pada saat larutan gula dicampurkan dengan lugol warnanya tetap berwarna coklat (warna dari lugol). Hal ini menunjukan bahwa larutan gula tidak mengandung amilum. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, warnanya tetap biru (warna dari biuret). Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan gula mengandung glukosa dan tidak mengandung amilium dan protein.
          Dari hasil percobaan tersebut dapat diketahui bahwa nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat karena mengandung amilum. Selain nasi ada juga makanan lain yang merupakan sumber karbohidrat adalah jagung, gandum, ubi jalar, talas, ketela, pohon, kentang, dan sagu. Sedangkan putih telur merupakan salah satu sumber protein. Menurut sumbernya, protein dibagi menjadi 2 yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan dan juga merupakan protein sempurna karena mengandung asam amino esensial. Contohnya daging, ikan, susu, dan telur. Sedangkan protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan dan merupakan protein tidak sempurna karena kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap. Contohnya padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran. Sedangkan larutan gula merupakan salah satu sumber glukosa.
          Bagi para pekerja yang menggunakan tenaga fisik, bahan makanan yang mereka butuhkan adalah bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Karena bagi para pekerja yang bekerja menggunakan tenaga fisik lebih banyak mengeluarkan energi. Sehingga kebutuhan energinya juga akan semakin meningkat sesuai dengan kadar energi yang telah dikeluarkan dari aktifitas fisik tersebut. Karena, aktifitas fisik sangat menentukan seberapa besar seseorang membutuhkan energi(dalam bentuk karbohidrat). Karena kebutuhan energi seseorang yang bekerja sebagai buruh bangunan berbeda dengan seseorang yang bekerja sebagai guru. Sehingga, bagi pekerja yang bekerja menggunakan fisik, mereka membutuhkan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Tetapi bukan berarti mereka tidak membutuhkan bahan makanan yang mengandung protein, lemak dll. Tapi, disini yang paling dominan mereka butuhkan adalah makanan yang banyak mengandung karbohidrat tetapi dengan tetap memperhatikan pola makanan yang sehat(empat sehat lima sempurna). Bagi para pekerja yang bekerja menggunakan pikiran, bahan makanan yang mereka butuhkan adalah bahan makanan yang banyak mengandung protein. Sedangkan bagi bayi/ balita zat makanan yang dibutuhkan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bagi bayi yang merupakan sumber karbohidrat adalah ASI. Sedangkan protein yang dibutuhkan adalah protein hewani dan nabati. Protein hewani dan protein nabati sangat diperlukan oleh tubuh. Karena protein berfungsi untuk:
Ø  Penunjang pertumbuhan
Protein merupakan bahan padat utama dati otot organ dan glandula endoterm. Merupakan unsur dari matriks tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut, sel darah, dan serum
Ø  Pengaturan proses tubuh
Mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Protein juga mempertahankan ketahanan terhadap mikroorganisme yang mengadakan invasi karena antibody bersifat protein
Ø  Energi
Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gram menghasilkan sekitar 4 kkal. Jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan sintesis.
2)      Sistem pencernaan
Dalam sistem pencernaan manusia terjadi dua macam pencernaan yakni pencernaan mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah proses menguyah makanan dari ukuran besar menjadi lebih kecil sehingga makanan menjadi lebih halus dengan bantuan alat-alat pencernaan. Sedangkan pencernaan kimiawi adalah pencernaan dengan bantuan enzim. Adapun alat-alat yang digunakan dalam pencernaan makanan adalah:
a)      Mulut
Mulut merupakan awal dari saluran pencernaan. Makanan yang masuk kedalam rongga mulut akan dicerna secara mekanis menggunakan gigi, pergerakan otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuk bolus yang agak buat untuk ditelan. Di dalam mulut juga terdapat pencernaan kimiawi yakni pencernaan karbohidrat didalam rongga mulut dengan bantuan enzim amylase (ptialin). Didalam mulut terdapat gigi,lidah, dan kelenjar ludah.
·         Gigi
Gigi terdiri dari 3 bagian, yaitu mahkota gigi(korona), leher gigi(korum), dan akar gigi(radius). Akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang gigi.Gigi berasal dari 2 jaringan embrional yaitu ectoderm dan eksoderm.Ectoderm membentuk lapisan gigi paling luar atau email. Email adalah lapisan keras yang menutupi permukaan gigi yang berfungsi untuk melindungi gigi saat mengunyah.email juga melindungi gigi dari asam yang dapat melarutkan dentin. Mesoderm membentuk dentin(tulang gigi)yang terdapat dalam email, sementum(lapisan luar akar gigi), dan pulpa(rongga gigi) yang banyak mengandung serabut saraf dan pembuluh darah.
·         Lidah
Lidah membentuk rantai dari rongga mulut.Bagian belakang otot-otot lidah melekan pada tulang hyoid.Lidah mengandung 2 jenis otot yaitu otot ekstrinsik yang berorigo diluar lidah insersi dilidah dan otot intrinsic yang berorigo didalam lidah dan insersi didalam lidah.Lidah tertutup oleh selaput lender dan tersusun dari otot lurik yang dilapisi oleh selaput mukosa.Fungsi lidah adalah mengaduk-aduk bahan makanan didalam rongga mulut, membantu menelan makanan dan menghasilkan kelenjar ludah. Pada lidah terdapat papilla atau tunas pengecap sehingga lidah dapat berfungsi untuk menjadi indera pengecap.
·         Kelenjar ludah
Dalam mulut terdapat 3 kelenjar ludah(glandula saliva)yakni
1.      Glandula parotis, menghasilkan saliva atau ludah
2.      Glandula sublingualis, menghasilkan air dan lender dan terdapat dibawah lidah
3.      Glandula submandibularis, menghasilkan air dan lender berada dibawah rahang.
Ketiga glandula saliva tersebut menghasilkan air ludah atau air liur. Air liur mengandung enzim ptalin atau amylase yang akan mengubah amilum(polisakarida) menjadi maltose. Air liur memiliki pH netral karena mengandung air yang tinggi 98%. Air liur berfungsi untuk membasahi makanan, mencegah mulut dari kekeringan, membunuh mikroorganisme, dan bertindak sebagai buffer (penyangga pH).
b)      Kerongkongan
Makanan dari mulut masuk ke kerongkongan melalui tekak(faring). Faring merupakan saluran persimpanagan antara rongga hidung ke tenggorokan dan rongga mulut ke kerongkongan.Kerongkongan merupakan saluran panjang dan tipis sebagai jalan makanan yang telah dikunyah dari mulut ke lambung.kerongkongan berfungsi menghantarkan makanan yang berasal dari faring ke lambung dengan adanya gerakan peristaltic eshopagus.Diujung kerongkongan yang berbatasan dengan lambung terdapat spingter esophageal yang merupakan penghalang agar makanan tidak balik lagi ke kerongkongan.
c)      Lambung
D idalam lambung makanan selain dicerna secara mekanik juga dicerna secara kimiawi. Adapun pencernaan secara mekanik didalam lambung terjadi akibat gerakan pristaltik oleh dinding lambung. Sedangkan pencernaan kimiawi didalam lambung terjadi oleh enzim yang dapat bekerja dalam keadaan asam.Lambung terdiri dari 4 bagian, yaitu bagian kadiak, fundus, badan lambung, dan pylorus. Pada kedua ujung lambung terdapat klep (sfingter). Klep 1(sfingter esofageal) terletak antara lambung dengan kerongkongan yang berfungsi untuk menjaga makanan agar tetap di lambung dan hanya akan terbuka saat makanan masuk atau muntah. Klep 2 terletak diantara lambung dengan duodenum disebut sfingter pylorus.Di dalam lambung juga terdapat getah lambung. Getah lambung adalah campuran zat-zat kimia yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung(HCl), serta enzim-enzim yang dihasilkan oleh lambung yakni enzim pepsin, renin, dan lipase. Asam lambung berfungsi mematikan bakteri yang terdapat dalam makanan, mengubah sifat protein, dan mengaktifkan pepsin.Enzim pepsin adalah enzim yang dapat menghidrosis molekul-molekul protein menjadi molekul peptide. Enzim renin merupakan enzim yang dapat mengubah kaseinogen menjadi kasein. Enzim lipase adalah enzim yang menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Makanan dicerna oleh otot lambung dan enzim sehingga makanan menjadi lembut seperti bubur. Adapun fungsi lambung secara motoris adalah:
·         Fungsi reservoir, menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicerna dan bergerak pada saluran cerna.
·         Fungsi mencampur, memecah makanan menjadi halus dan mencampur dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang meliputinya
·         Fungsi pengosongan lambung, diatur oleh pembukaan sfingter pylorus, yang diatur oleh viskositas,volume, keasaman, aktivitas osmosis, keadaan fisik, serta oleh emosi obat-obatan dan kerja. Pengosongan lambung diatur oleh faktor saraf dan hormonal.
Fungsi lambung sebagai fungsi sekresi dan pencernaan
·         Mencernakan protein oleh pepsin dan HCl, pati oleh amylase, dan lemak oleh lipase.
·         Sintesis dan pengeluaran gastrin
·         Sekresi faktor intrinsic memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.
·         Sekresi mucus, sebagai pelindung lambung dari pelumasan makanan dari pelumasan agar mudah ditransport.
d)     Hati
Hati terletak disebelah kanan atas rongga perut dibawah diagfarma, beratnya sekitar 2,5% dari berat orang dewasa normal. Hati adalah kelenjar  pencernaan paling besar dalam tubuh manusia. Fungsi hepar sebagai kelenjar diantaranya:
1.      Hati menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksokrin
2.      Hati mampu menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan albumin
3.      Hepar bertugas mensintesis protein dari cairan darah dan mampu menjadi bengkel sel darah merah yang rusak atau mati
4.      Fungsi utama hati biasanya dikaitkan dengan detoksifikasi zat-zat beracun di dalam pencernaan
5.      Hati mampu menghasilkan enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornitina dan urea sehingga menetralisasi racun di dalam tubuh
6.      Pusat metabolisme protein, lemak dan karbohidrat

e)      Usus halus
Usus halus terdiri dari 3 bagian, yaitu
·         Usus dua belas jari (duodenum), panjangnya sekitar 25cm, merupakan tempat bermuara saluran pancreas dan saluran empedu
·         Usus kosong(jejunum), panjangnya sekitar 7m, merupakan tempat diselesaikan proses pencernaan makanan
·         Usus penyerapan(ileum),panjangnya  1m, disinilah sari-sari makanan diserap oleh jonjot usus(vili).
Usus halus berfungsi untuk mencerna dan menyerap bubur kim yang berasal dari lambung. Getah usus berwarna kuning jernih , pH 7,6 mengandung berbagai enzim. Adapun enzim yang dihasilakn oleh usus halus adalah
·         Enterokinase berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pangkreas
·         Laktase berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa
·         Erepsin atau dipeptidase berfungsi mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino
·         Maltase berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa
·         Disakarase berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida
·         Peptidase berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino
·         Sukrase berfungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
·         Lipase berfungsi mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak
Didalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut viliatau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses penyerapan zat makanan akan lebih sempurna.
Zat makanan berupa glukosa, asam amino, vitamin, mineral, dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam vili, kemudian diangkut menuju hati melalui pembuluh darah(vena porta). Didalam hati, sebagian zat makanan akan diubah menjadi bentuk lain dan sebagian lagi diedarkan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah balik hati(vena hepatika). Zat makanan berupa asam lemak dan gliserol yang terdiri dari molekul yang berukuran besar, akan diangkat melalui pembuluh kil, yaitu pembuluh getah bening atau pembuluh limfe.
f)       Usus besar(Kolon)
Usus besar adalah kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri dari 2 bagian , yaitu
·         Usus tebal (kolon), panjangnya kira-kira 0,5m , berperan dalam proses reabsorpsi air,sehingga feses semakin padat. Gerak peristaltik dalam usus tebal sangat lambat. Disini terjadi simbiosis mutualisme, terdapat mikroorganisme yang hidup membantu proses pembusukan sisa pencernaan makanan yakni bakteri Escherichia Coli. Kolon memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing belum diketahui fungsinya secara pasti, karena jika ada orang yang dihilangkan umbai cacingnya ternyata tidak mengalami gangguan system pencernaan. Peradangan yang terjadi pada umbai cacing disebut apendisitis.
·         Poros usus(rektum), panjangnya sekitar 10cm terbawah dari usus tebal dan berbentuk menggelembung. Penyerapan air tidak lagi terjadi pada rectum. Rectum dapat berkontraksi yang aktifitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya defekasi, yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil pencernaan makanan melalui anus. Anus terdiri dari dua lapis otos, yaitu otot polos dan otot lurik.


C.    Kesimpulan:
      Makanan yang kita makan setiap harinya mengandung banyak zat seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Dimana makanan yang karbohidrat pada saat diuji amilum dengan mencampurkan lugol akan berubah warna menjadi warna biru-hitam. Sedangkan makanan yang mengandung protein pada saat diuji protein dengan mencampurkan biuret akan berubah menjadi ungu. Dan adapun makanan yang mengandung glukosa pada saat dicampurkan benedict dan dipanaskan akan berubah warna menjadi merah bata. Makanan tersebut akan dicerna di dalam tubuh oleh sistem pencernaan yang meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Adapun alat-alat saluran pencernaan adalah mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan meliputi kelenjar ludah, lambung, pankreas, dan hati.


Daftar pustaka
Aryuliana, D., C. Muslim., S. Manaf & E.W. Winarni.2004.Biologi 2.Esis:Jakarta
Priadi,Arif. 2009. Biologi 2. Yudistira:Bogor






Comments

Popular posts from this blog

Mengidentifikasi Hukum Tajwid pada surah Al Kafirun, Surah Yunus ayat 40-41 dan Surah Al Kahfi ayat 29

LAPORAN BIOLOGI SISTEM PERNAPASAN PADA BELALANG